Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tafsir Haraki Surat al Baqarah Ayat 6 dan 7

“Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman (6). Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat (7). (al-Baqarah: 6-7)

 

Tafsir Haraki, Surat al Baqarah, Ayat 6, dan, 7

Gambar oleh Ali Akbar dari Pixabay

Asbabun Nuzul

Imam al Wahidi rahimahullah menukil pendapat Imam adh Dhahak rahimahullah yang menyebutkan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan Abu Jahal dan lima orang keluarganya. Sementara itu, Imam al Kalbi rahimahullah menyebutkan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan orang-orang yahudi. (Asbabun nuzul al Wahidi)

"Ibnu Abbas berpendapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan kaum Yahudi yang tinggal di sekitar Madinah pada masa Rasulullah ; sebagai teguran bagi mereka atas pengingkaran terhadap kenabian Muhammad dan pendustaan mereka kepadanya, padahal mereka memiliki ilmu dan pengetahuan bahwa beliau adalah utusan Allah bagi mereka dan bagi seluruh umat manusia. (Tafsir at Thabari)

Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas, bahwa bagian awal surat Al-Baqarah hingga ayat keseratus darinya, turun mengenai laki-laki yang disebutkan nama-nama serta nasab mereka secara spesifik dari kalangan pendeta Yahudi, serta dari kalangan orang-orang munafik suku Aus dan Khazraj. (Tafsir at Thabari)

Munasabah

Ayat lain dalam al Quran yang juga menjelaskan sifat orang kafir yang semakna dengan kandungan ayat ini adalah:

  • ·        surat Yunus ayat 96 dan 97
  • ·        al Baqarah 145

Tafsir Haraki

1. Ayat ini berbicara tentang salah satu kategori manusia yang menjadi sasaran dakwah Nabi SAW., yaitu orang-orang kafir dari kalangan Quraisy dan juga Yahudi. Kedua kelompok ini memiliki kesamaan dalam pandangan mereka terhadap islam dan dakwah Nabi SAW., yaitu kufur dan tidak mau menerima dakwah Nabi SAW.

2. Ayat ini juga mengandung hikmah bagi para kader dakwah bahwa selamanya akan ada orang-orang yang tidak suka dengan dakwah dan islam hingga hari kiamat. Meski demikian, para dai tetap berkewajiban untuk menyampaikan dakwah kepada mereka meski mereka kufur kepadanya.

Hal ini karena Kesadaran bahwa tugas seorang dai hanyalah menyampaikan dakwah sangat penting untuk dipahami oleh para kader dakwah. Adapun urusan hidayah, itu adalah urusan Allah swt. Ayat al Quran yang menjelaskan hal ini sangat banyak, di antaranya yaitu:

  • ·        surat ar Ra’d ayat 4;
  • ·        Surat Hud ayat 12;

3. Kalimat “Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu sama saja bagi mereka,…” adalah kalimat yang menyiratkan bahwa dakwah tidak boleh berpaku pada satu jenis golongan saja, yang dalam ayat ini adalah kalangan kaum kafir yang memusuhi dan menentang dakwah. Sebab, hal itu akan menyita sebagian besar waktu dan sumber daya dakwah yang seharusnya sangat dibutuhkan untuk dakwah ke kalangan lainnya.

Ketika seorang dai menyadari karakter penolakan abadi ini ada pada objek dakwahnya, maka ia haruslah segera berpindah objek dakwah dan menawarkan dakwah kepada selainnya.

4. Seorang dai hendaklah memahami karakter, potensi, dan pandangan objek dakwahnya terhadap dakwah dan ajaran yang diserukannya. Hal ini akan membantu seorang dai membuat skala prioritas tentang siapa yang paling potensial untuk menerima dakwah dan menjadi pendukungnya.

Jangan sampai seorang dai menghabis energi dan sumber dayanya hanya untuk mendakwahi kalangan yang sudah diketahui hasil akhirnya bahwa bagaimanapun juga mereka akan tetap menolak dakwah.         

5. Meski demikian, seorang dai tetaplah wajib memaksimalkan usaha penyampaian dakwah dan ajarannya kepada para musuh dakwah, sebagaimana Nabi saw. tetap berusaha maksimal dalam menyampaikan dakwah kepada musuh islam yang di maksud dalam ayat ini.

 6. Ada tiga hal pada tubuh manusia yang menjadi jalan masuknya hidayah dakwah ke dalam diri seseorang, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat ketujuh surat ini, yaitu hati, pendengaran, dan penglihatan.

Oleh sebab itu, rencana dan strategi penyampaian materi dakwah haruslah menargetkan tiga aspek utama ini dengan metode yang sesuai.

Namun demikian, Allah swt. mengunci ketiganya bagi orang-orang kafir, yang menyebabkan si pemiliki hati, mata, dan pendengaran tersebut tak ubahnya mayat hidup, yaitu hidup secara fisik, namun sudah menjadi mayat secara ruhiyah.  

Hadits Nabi SAW. Tentang Ayat Ini

1. Nabi SAW. Sangat Ingin Semua Manusia Mendapat Hidayah

"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya: (Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia kumpulkan mereka semua dalam hidayah), ia berkata: 'Sesungguhnya Rasulullah sangat menginginkan agar seluruh manusia beriman dan mengikuti petunjuknya. Maka Allah mengabarkan kepadanya bahwa tidak akan ada yang beriman kecuali orang-orang yang telah ditetapkan baginya kebahagiaan (hidayah) oleh Allah di dalam ketetapan-Nya yang terdahulu (Lauh Mahfuzh). (Tafsir Ibnu Katsir)

2. Kekhawatiran Sahabat Nabi SAW.

Dari Abdullah bin 'Amru, dari Nabi , dikatakan kepada beliau: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami membaca Al-Qur'an lalu kami merasa penuh harap, namun kami juga membaca Al-Qur'an hingga kami hampir berputus asa (karena peringatan-Nya)," atau seperti yang ia katakan.

Beliau bersabda: "Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang ciri penduduk surga dan penduduk neraka?"

Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah."

Beliau membaca: “Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya...” sampai firman-Nya: “...mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 1-5). Beliau bersabda: "Mereka inilah penduduk surga."

Mereka berkata: "Sesungguhnya kami berharap agar kami termasuk golongan mereka."

Kemudian beliau membaca: “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagimereka...” sampai firman-Nya: “...dan bagi mereka azab yang amat berat.” (QS. Al-Baqarah: 6-7). Beliau bersabda: "Mereka itulah penduduk neraka."

Mereka berkata: "Kami bukanlah bagian dari mereka, wahai Rasulullah."

Beliau bersabda: "Benar (kalian bukan bagian dari mereka)." (Tafsir Ibnu Katsir)


  • Aswin Ahdir Bolano, S.Ud
  • *Alumni Tafsir-Hadits UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Posting Komentar untuk "Tafsir Haraki Surat al Baqarah Ayat 6 dan 7"

Buku sejarah 25 Nabi Balita