Hukum Menikahi Anak Paman/bibi
Menikahi anak Paman boleh ?
Bolano (Sulawesi Tengah), 15 November 2013 Pkl.11.23 WITA
Suatu
ketika ana kembali mendapat pertanyaan melalui sms,"Bagaimanakah hukumnya
menikahi anak paman/anak bibi (Anak dari saudara kandung Ayah ataupun anak dari
saudara kandung ibu) ? Karena saya jatuh cinta dengan anak bibi saya (saudara
kandung ibu) yang masih beragama lain, namun saya berkeinginan untuk
mengajaknya masuk islam dan menikahinya."
Bismillahirrahmanirrahim……
Segala puji bagi Allah SWT yang telah
memberikan kita nikmat iman dan islam, shalawat dan salam untuk junjungan kita
Rasulullah SAW.
Berbicara mengenai orang-orang yang tidak boleh
dinikahi, Al-Qur'an memberikan kita beberapa daftar, yaitu:
وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ
سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu kawini
wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah
lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan
seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)."(An-Nisa 4:22)
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ
وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ
الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ
وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ
اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا
بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
"Diharamkan atas kamu (mengawini)
ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan,
saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan;
anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan
dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara
perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam
pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum
campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu
mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu);
dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali
yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang."(An-Nisa 4:23)
Dalam dua ayat di atas, setidaknya ada
beberapa orang yang tidak boleh dinikahi oleh seorang laki-laki muslim, yaitu:
1. Ibu tiri;
2. Ibu Kandung;
3. Anak
kandungnya yang perempuan;
4. Saudara
kandungnya yang perempuan;
5. Bibinya dari
pihak ibu ataupun ayah;
6. Anak dari
saudara kandung yang laki-laki ataupun perempuan;
7. Ibu yang
pernah menyusuinya ketika kecil;
8. Saudara
sepersusuan;
9. Mertua;
10. Anak tiri
dari istri yang telah dicampuri;
11. Menantu;
12. Menikahi dua
orang perempuan bersaudara sekaligus;
Setelah
memaparkan perempuan-perempuan yang diharamkan untuk dinikahi, pada ayat
selanjutnya dari surat An-Nisa ayat 24, Al-Qur'an kembali memberikan penegasan mengenai
perempuan-perempuan yang boleh dinikahi, yaitu selain dari perempuan-perempuan
yang telah di sebutkan dalam daftar di atas,
وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ
"Dan
dihalalkan bagi kamu (untuk menikahi) perempuan-perempuan yang selain
itu." (An-Nisa 4:24)
Imam
al-Qurthubi (wafat 671 H)–semoga Allah SWT merahmati beliau- menyebutkan dalam
tafsirnya al-Jami` al-Ahkam Al-Qur'an, bahwa Ibnu Abbas -radhiyallahu
`anhu- berkata,"Ada tujuh golongan yang haram dinikahi dari keluarga,
dan ada tujuh golongan pula yang haram dinikahi dari orang yang telah dianggap
sebagai keluarga." Adapun tujuh golongan yang haram dinikahi dari keluarga
adalah:
1.
Ibu Kandung;
2.
Anak kandung;
3.
Saudara kandung;
4.
Bibi Saudara kandung Ayah;
5.
Bibi Saudara kandung Ibu;
6.
Anak perempuan dari Saudara kandung laki-laki
(ponakan);
7.
Anak perempuan dari saudara kandung
perempuan;
Adapun tujuh
golongan yang haram dinikahi karena telah dianggap sebagai keluarga adalah:
1.
Ibu Susuan;
2.
Saudara susuan;
3.
Mertua;
4.
Anak tiri perempuan;
5.
Menantu;
6.
Menikahi dua perempuan yang bersaudara
sekaligus;
7.
Ibu Tiri;
Imam
al-Thahawiy mengatakan bahwa keharaman untuk menikahi 14 golongan di atas
adalah hal yang sudah disepakati oleh semua ulama, hanya saja para ulama
kemudian berselisih pendapat mengenai penafsiran ayat yang berkaitan dengan
menikahi anak tiri yang ibunya diceraikan sebelum disentuh oleh suaminya.
Dengan
melihat uraian di atas, ditemukan bahwa anak perempuan paman ataupun anak
perempuan bibi dari ayah ataupun bibi dari ibu tidak termasuk dalam golongan
yang diharamkan untuk dinikahi, dengan demikian hukum menikahinya adalah
diperbolehkan. Wallahu A`lam
*Jika suatu saat nanti ditemukan kesalahan ataupun kekeliruan penyimpulan hukum dalam jawaban-jawaban yang ana berikan terhadap berbagai pertanyaan yang berasal dari kaum muslimin, maka ana menyatakan untuk diri untuk rujuk dan kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah, semasa ana masih hidup, ataupun ketika meninggalkan dunia ini kelak.
Bolano (Sulawesi Tengah), 15 November 2013 Pkl.11.23 WITA
Khadim Al-Qur'an wa As-Sunnah
Aswin Ahdir Bolano
Fb: Aswin
Ahdir Bolano
Twitter:
@AswinAhdirBolano
*Referensi:
ü Al-Qur'an
Al-Karim
ü Tafsir
al-Jami` al-Ahkam Al-Qur'an Karya Imam al-Qurtubhi
(Maktabah
Syamilah Version)
Posting Komentar untuk "Hukum Menikahi Anak Paman/bibi"